“Di pertemuan terakhir saya menang, jadi saya bisa tampil lebih percaya diri,” ujar pebulu tangkis tunggal putra Indonesia, Radithya Bayu Wardhana, mengenai persiapannya di turnamen tersebut.
Indonesia nyaris merebut gelar juara umum pada Kejuaraan Dunia Junior 2026 setelah mengamankan posisi runner-up dalam klasemen akhir perolehan medali, kalah tipis satu gelar dari Tiongkok, juara.net melaporkan. Turnamen bulu tangkis kelompok umur bergengsi ini dihelat di Kairo, Mesir, dari tanggal 5 hingga 17 Oktober 2026.
All-Indonesian finals illuminate cairo showdown
Aksi kontingen Merah Putih mencapai puncaknya pada babak final individu yang berlangsung di Stadion Internasional Kairo pada Sabtu malam, 17 Oktober 2026. Sektor tunggal putra dan ganda campuran mencatatkan hasil paling menonjol sepanjang kejuaraan.
Pada nomor ganda campuran, pasangan Muhammad Luthfi Habibi dan Dian Ramadhani Mukti sukses merengkuh gelar juara dunia junior 2026. Perjalanan mereka menuju podium tertinggi tidak diraih dengan mudah. Pada babak 32 besar menghadapi wakil Republik Ceko, Lukáš Patzák dan Erika Osičková, Luthfi sempat mengakui rasa kurang percaya diri pada gim pertama sebelum akhirnya menang 17-15, 15-5, seperti dicatat dalam rilis resmi PBSI.
Sementara itu, nomor tunggal putra menyajikan duel sesama rekan pelatnas. Radithya Bayu Wardhana keluar sebagai juara setelah memenangkan perang saudara melawan Fardhan Rainanda Joe. Sebelum melaju ke partai puncak, Radithya lebih dulu menyingkirkan wakil Malaysia, Bon Le Lim, di babak perempat final pada Kamis, 15 Oktober 2026, dengan skor dua gim langsung 15-8, 15-11.
Perjalanan skuad beregu campuran di Kairo
Sebelum nomor individu digelar, tim bulu tangkis junior Indonesia memulai kampanyenya di kategori beregu campuran. Pasukan Merah Putih mengawali langkah sebagai juara Grup C setelah menundukkan Taiwan pada laga penentuan.
Memasuki babak gugur, Indonesia menyingkirkan Uni Emirat Arab dengan skor 2-0 di perempat final. Namun, langkah skuad Garuda terhenti di babak semifinal usai takluk 0-2 dari Malaysia. Meskipun Fardhan Rainanda Joe dan Jolin Angelia sempat mencuri kemenangan pada partai tersebut, Indonesia harus puas berbagi medali perunggu bersama tim semifinalis lainnya, sementara Tiongkok keluar sebagai juara beregu usai membungkam Malaysia di final.

Evaluasi sektor dan prospek regenerasi
Pencapaian keseluruhan di Kairo memberikan gambaran positif mengenai kedalaman skuad pelatnas untuk beberapa tahun ke depan. Keberhasilan para atlet muda ini menunjukkan bahwa sistem pembinaan usia dini masih menghasilkan talenta-talenta potensial yang siap bersaing di level internasional.
Kendati demikian, tantangan besar masih membentang, terutama dalam hal menjaga konsistensi di seluruh sektor. Evaluasi dari pengamat bulu tangkis mencatat bahwa sektor tunggal putri dan ganda putri memerlukan perhatian intensif agar mampu mengimbangi dominasi kekuatan tradisional seperti Tiongkok pada turnamen junior maupun senior berikutnya.