Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), Erick Thohir, menyatakan bahwa ajang FIFA ASEAN Cup merupakan salah satu turnamen sepak bola terbesar di dunia setelah Piala Dunia. Pernyataan tersebut menyoroti skala dan signifikansi strategis kompetisi regional yang melibatkan negara-negara di kawasan Asia Tenggara di bawah payung badan sepak bola dunia.
Persiapan Infrastruktur dan Peninjauan Venue Utama
Menjelang bergulirnya turnamen, Menteri Pemuda dan Olahraga sekaligus Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, melakukan peninjauan langsung ke sejumlah fasilitas utama di Jakarta. Pengecekan tersebut mencakup kesiapan Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) serta Stadion PTIK yang diproyeksikan menjadi markas latihan resmi bagi Tim Nasional Indonesia.
Peninjauan lapangan ini bertujuan untuk memastikan seluruh fasilitas pendukung memenuhi standar internasional yang ditetapkan FIFA. Stadion PTIK, misalnya, disiapkan secara khusus untuk mengakomodasi sesi latihan harian Skuad Garuda selama persiapan intensif menghadapi turnamen regional tersebut.
Peluang Strategis untuk Peningkatan Peringkat
Keikutsertaan dalam turnamen berskala internasional ini dipandang sebagai momentum krusial bagi sepak bola Indonesia. Berdasarkan analisis dari berbagai media olahraga, kompetisi ini memberikan kesempatan berharga bagi Timnas Indonesia untuk mendulang poin krusial demi mendongkrak posisi di peringkat resmi FIFA.

Dengan persaingan ketat di level Asia Tenggara yang kini semakin kompetitif, setiap pertandingan resmi yang diakui FIFA membawa implikasi langsung terhadap koefisien poin ranking global negara peserta.
Latar Belakang Penyelenggaraan Turnamen
Presiden FIFA, Gianni Infantino, sebelumnya telah memaparkan sejumlah alasan di balik keputusan badan tertinggi sepak bola dunia tersebut dalam menginisiasi dan mendukung penyelenggaraan turnamen ini. Langkah tersebut merupakan bagian dari strategi jangka panjang FIFA untuk memperkuat ekosistem sepak bola di kawasan regional yang memiliki basis suporter yang sangat masif.
PSSI terus berkoordinasi dengan pihak otoritas terkait untuk mematangkan seluruh aspek penyelenggaraan, mulai dari keamanan, akomodasi, hingga kesiapan teknis tim nasional jelang hari pertandingan.