Jakarta, CNN Indonesia —
FIFA explained the reasons why the Manager Indonesian National Team Sumardji sanctioned by a ban on accompanying the team in 20 matches.
FIFA imposed sanctions on Sumardji after Jorge Palacio, Alejandro Jose Piera and Paola Lopez Barraza held a Disciplinary Committee (Komdis) hearing on November 18 2025.
Based on the decision number FFD-25650, Sumardji was banned from 20 matches and fined 15 thousand Swiss francs or the equivalent of IDR 324 million.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sumardji is said to have been proven to have violated article 14 paragraph 1 of the FIFA Disciplinary Code in the form of acts of violence against the referee in the 2026 World Cup Qualification match.
The match in question is the Iraq versus Indonesia match in the fourth phase of the 2026 World Cup Qualification at the King Abdullah Sports City Stadium, Jeddah on 11 October 2025.
This decision was taken by FIFA after conducting an in-depth study based on reports from referees, match supervisors and video and photo colleagues submitted by AFC.
It was stated that Sumardji, along with two Indonesian national team players (Thom Haye and Shayne Pattynama) were given a red card by referee Na Ming from China, after the match.
The reason was that Haye, Shayne and Sumardji intimidated the referee. The protests carried out by the three were considered excessive, even leading to acts of violence.
In particular, Sumardji was said to have pushed hard from behind, causing referee Na Ming to be thrown away. After the incident, Sumardji was prevented from taking further action.
“Referee Report: Red card for IND team manager [Timnas Indonesia] Sumardji [setelah pertandingan berakhir), alasan: Perilaku kekerasan.” Tulis FIFA dalam putusan sanksi.
“Laporan Komisioner Pertandingan: … Menurut laporan wasit: Manajer tim dikeluarkan dari lapangan karena mendorong wasit secara ofensif dari belakang.”
Empat hari setelah kejadian tersebut, 15 Oktober 2025, Sekretaris Komdis FIFA membuka proses disiplin dengan potensi pelanggaran Kode Disiplin FIFA selama enam hari.
Namun, selama masa proses disiplin tersebut, Sumardji disebut tidak melakukan penjelasan apapun kepada AFC. Dengan ini Sumardji disebut mengakui semua yang dituduhkan.
Tepat pada 18 November 2025, kasus ini dibawa ke dalam sidang Komdis FIFA. Putusan Komdis FIFA tersebut lantas disampaikan kepada Sumardji pada 19 November 2025.
Dalam surat putusan Komdis FIFA, disebutkan bahwa Sumardji dijatuhi sanksi sesuai dengan Pasal 4 ayat 1 poin l, karena telah melakukan penyerangan kepada petugas pertandingan.
“l) setidaknya 15 pertandingan atau jangka waktu yang sesuai untuk menyerang petugas pertandingan, termasuk menyikut, meninju, menendang, menggigit, meludah, atau memukul.” Tulis FIFA.
Sumardji mengatakan, sempat mengajukan banding keputusan Komdis FIFA tersebut, tetapi ditolak. Karena itu Sumardji resmi dijatuhi sanksi larangan 20 pertandingan dan denda uang.
“Saya sudah banding, tetapi ditolak bandingnya. Saya hanya tidak boleh berada di bench [bukan di tribune] spectators,” said Sumardji about FIFA’s sanctions to CNN Indonesia, Wednesday (4/2).
[Gambas:Video CNN]
(abs/nva)