“This is a nightmare sprint race with suhu like this, mengenakan leathers. Bukan hanya leathers-nya, tetapi juga atmosfer dan udaranya,” ujar Marc Marquez menggambarkan kondisi balapan setelah ia merengkuh kemenangan di Sirkuit Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat.
Marc Marquez mengaku sempat merasa pusing setelah memenangi sprint race MotoGP Mandalika 2026 pada Sabtu, 10 Oktober 2026 siang, Suara Surabaya reported. Pembalap Ducati tersebut menyatakan bahwa kondisi fisik tersebut belum pernah ia alami sebelumnya usai melibas persaingan yang berlangsung dengan intensitas tinggi di bawah teriknya cuaca sirkuit.
Kemenangan Dramatis di Mandalika
Marquez mengamankan podium tertinggi setelah mengambil alih posisi terdepan dari Jorge Martin ketika balapan hanya menyisakan lima lap. Berdasarkan laporan, pembalap Aprilia itu diduga mengalami masalah tekanan ban sebelum akhirnya melakukan kesalahan pada fase akhir balapan yang membuatnya merosot ke posisi keempat. Hasil tersebut mengantar Marquez meraih kemenangan kedelapannya di sprint race musim ini sekaligus membawanya naik ke puncak klasemen sementara MotoGP 2026 dengan keunggulan empat poin atas rivalnya.
Review Post Sprint Race MotoGP Mandalika 2026 : https://t.co/dLpFy0twSz
Capaian ini juga menandai momen pertama kalinya pembalap asal Spanyol tersebut berhasil mendulang poin secara tuntas di Mandalika setelah serangkaian hasil buruk pada tahun-tahun sebelumnya. Usai melewati garis finis dan merampungkan seremoni, sang juara bertahan langsung meninggalkan area podium untuk memulihkan diri. “Hari ini, saat merasakan hal itu, saya langsung turun dari mobil golf, pergi ke kantor tim, dan berusaha memulihkan diri,” ucap Marquez, sebagaimana dikutip dari CNN Indonesia.
Terapi air dingin dan beban fisik pembalap
Lonjakan suhu lintasan dan balapan yang menuntut kecepatan konstan hingga catatan waktu satu menit 29 detik per putaran memberikan tekanan ekstrem pada tubuh pembalap. Berbeda dengan laporan Suara Surabaya yang menyoroti kemenangan dan pimpinan klasemen, CNN Indonesia dan IDN Times mendetailkan bagaimana Marquez mengatasi masalah fisiknya tersebut seusai perlombaan.

Setelah turun dari podium, Marquez langsung mengganti baju balap kulitnya yang panas dan menjalani terapi air dingin di markas tim untuk menurunkan suhu tubuh. Ia menjelaskan bahwa kombinasi panasnya atmosfer Lombok, teriknya udara siang hari, serta balapan ketat membuat kondisi fisik bekerja di luar batas normal. Meski demikian, ia memastikan kondisinya telah kembali normal tidak lama setelah perawatan tersebut.
Strategi menghadapi balapan utama
Menyongsong balapan utama Pertamina Grand Prix of Indonesia pada Minggu, 11 Oktober 2026, Marquez menegaskan bahwa fokus utamanya bukan memperlebar selisih poin di klasemen. Mengingat beratnya tantangan fisik di Sirkuit Mandalika pada siang hari, ia memasang target realistis agar tidak kehilangan terlalu banyak angka dari Jorge Martin.
“Target kami, dan besok pun sama, adalah berusaha agar tidak kehilangan terlalu banyak poin,” ujar pembalap yang di masa lalu kerap mengalami kecelakaan di lintasan Lombok tersebut, seperti dicatat oleh CNN Indonesia. Ia memperhitungkan potensi kehilangan selisih angka demi menjaga kebugaran tubuh di tengah kalender balap yang menuntut ketahanan fisik maksimal.
Keep reading